“dosa, karma dan sengsara”

“Ruang dalam bumi ini tengah bergejolak

tepat di garis khatulistiwa

Ada sebuah negeri. Bernama Indonesia

Dalam deruan, harmoni seolah hilang

habis terkoyak nafsu para wakil yang buta

ini jeritan kami wahay durjana

tidakkah engkau terusik?

Hati nuranimu yang beku, gigilkan jiwa kami rakyat jelata

tiga kata untuk engkau, “dosa, karma, dan sengsara.” “

Entah apa yang ingin kutuangakan dalam tulisan yang singkat ini, aku hanya brusaha mencari arti kata di balik kelamnya paradigma. Paradigma Indonesia yang sedang kebanjiran. Mungkin kalian sudah bisa menebak apa yang ada dalam pikiranku, sedang kebanjiran apa negeri kita saat ini? . Yap. Seratus persen benar, “korupsi”. tulisan ini hanya sebuah formulaan, sebagian kecil dari sudut hatiku yang bisa kutuangkan. Butuh proses tuk mengeluarkanya. Sedikit demi sedikit, dan kuharap inilah awal yang baik.

Hari senin tanggal 27 februari lalu, aku mengikuti mata kuliah pkn-ku seperti biasanya. Bahasan kali ini adalah Identitas Nasional. Sang dosen bertanya, “nak, apa yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia pada saat in?” Semua mahasiswa yang ada di kelas terdiam, kemudian dengan cermat dan lugas beliau berkata “cita-cita bangsa Indonesia telah tercantum dalam UUD 1945, sejak dulu para petinggi2 negara telah merumuskan cita-cita bangsa Indonesia, diantara lain: melindungi segenap bangsa indonesia dan seluruh tumpah darah indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, itulah nak cita-cita bangsa indonesia yang sangat mulia” dan aku hanya diam tertunduk. Batinku, “apakah semuanya itu sudah tercapai? Belum, belum sama sekali. Aku tidak takut untuk menyatakan itu, karena pada kenyataanya, cita-cita tersebut belum tercapai. Pertama, melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia. Apakah seluruh rakyat Indonesia sudah merasa terlindungi? Belum, lihat saja kasus2 para tkw yang yang pulang ke Indonesia sudah tinggal nama, lihat saja rakyat-rakyat kecil yang miskin serta menderita penyakit-penyakit berbahaya, tidak sedikitpun dilirik oleh pemerintah. Yang kedua, memajukan kesejahteraan umum, kurasa bukan kesejahteraan umum yang saat ini sedang meningkat, tapi kesejahteraan para tikus2 berdasi. Yang ke tiga, mencerdaskan kehidupan bangsa, semua orang tahu, bahwa pada saat ini banyak sekolah-sekolah yang tidak layak, banyak anak-anak yang mendambakan pendidikan tapi semua itu hanya tinggal impian. Yang ke empat ikut melaksanakan ketertiban dunia, ketertiban Negara saja masih carut-marut apa lagi ketertiban dunia. Kalau begitu apa solusinya dan bagaimana cara menanganinya? Tidak, aku tidak akan menjawab apa dan bagaimana solusinya. Bukan rakyat yang seharusnya mencari solusi, tapi yang punya amanah lah yang seharusnya bertanggung jawap atas apa yang terjadi di negeri tercinta ini. Aku menganggap ini hanya sebuah tulisan, sebuah apresiasiku terhadap apa yang sedang terjadi sekarang. Ini adalah harapanku, atas cita-cita bangsa yang selama ini diagung-agungkan tapi tak pernah terwujud. Bagi siapapun yang membaca tulisan ini, semoga kelak kitalah yang akan bisa mewujudkan cita-cita tersebut. Dan untuk para koruptor, ku harap bukan tiga kata di bait terakhir yang engkau atau kalian akan dapatkan, tapi “hidayah, taubat, dan ketulusan hatilah yang akan menaungi kalian. . . . .   😉

tifescendo_ips 3

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Aspects of Processing and Culture Process Maintenance of Ginger Pickle

Processing and maintenance of culture of Lactobacillus brevis and Lactobacillus plantarum were studied in this study. The initial study indicated that after incubation for 8 hour at 37°C both L. brevis and L. plantarurn were in the end of log phase. The optimum pH for L. brevis fluctuated between 6.5- 7.5 and for L. plantarum fluctuated betweert 5.0 – 6.0. From the first stage in the main study it was showed that the best medium for L. brevis and L. plantarum growth was Tomato Juice Yeast Extract Milk Irt the second stage it was shown that the specific growth rate of L. brevis and L. plantarum were decreased during storage. The difference of storage temperature was not determined for L. brevis growth but for L. plantarum was better stored in 10°C. The longer starter culture was stored, the higher the pH (its lactic acid become lower). Moreover, the soluble solid becante lower artd the pickle becante harder. It was obtained that by using starter culture in girtger pickle process, the pH of brine became lower artd the lactic acid contained in ginger pickle becarrte higher than tftose parameters irt ginger pickle which was made spontarteously. By using dry culture starter, the lactid acid was lower than it was in ginger pickle which made by using liquid culture starter.

sumber:Rahayu, Winiati P, Suliantari, Lestpijaman

 

URL: http//repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43785

http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/43785

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Posted in Uncategorized | 1 Comment